Memasuki Musim Kemarau, Pemkab Kotabaru Gelar Talks show Kesiap Siagaan Hadapi Karhutla

admin1
30 Jul 2025 04:36
Berita 0 351
2 menit membaca

KOTABARU, Adahabar.com– Pemerintah Kabupaten Kotabaru kembali mengedukasi masyarakat melalui Talk Show ‘Halo Kotabaru’ dengan tema “Siap Hadapi Kemarau dan Siaga Hadapi Karhutla” dikemas dalam podcast Sobat Hebat , di Studi Radio Gema Saijaan, Rabu (30/7).

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kotabaru, Eka Saprudin menjadi sumber talkshow menjelaskan luasan Kabupaten Kotabaru, dan hampir separuh wilayahnya hutan dan lahan.

“Jadi wilayah Kabupaten Kotabaru ini seperempat wilayah kalsel, dengan luas wilayahnya 9.442,46 km2 terdiri dari 22 Kecamatan, juga ada 202 desa dan kelurahan, melihat jumlah wilayah yang luasnya hutan dan lahan, kita harus mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan”paparnya.

Selain itu, ia menyambut baik kegiatan talkshow dengan program Hallo Kotabaru tersebut, sebagai salah satu sarana untuk menginformasikan masyarakat tentang kebakaran hutan dan lahan.

“Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahayanya membakar lahan, sedikit demi sedikit kita memberikan pemahaman tentang membuka lahan jangan melalui pembakaran, karena bahayanya luar biasa, apalagi musim kemarau, sedikit saja angin, merencet (menyebar) kelain-lain,” jelasnya.

Tak hanya itu, setiap tahunnya BPBD melalui program kesiapsiagaannya kepada masyarakat menginformasikan tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan.

“Salah satu kesiapan dari pemerintah daerah selain juga memberikan informasi, juga mempersiapkan peralatan-peralatan,”imbuhnya.

Dan setiP tahunya, kita wajib menganggarkan Dana Tidak Terduga yang memang diposkan untuk mengantisipasi maupun menangani bencana, karena yang namanya bencana tidak di harapkan.

Sementara itu, Kepala BMKG Kotabaru, Erik Handono, menginformasikan, bahwa di Kabupaten Kotabaru awal musim kemarau dari akhir juni sampai agustus 2025, dengan puncak berada di bulan agustus dan oktober 2025.

“Berdasarkan perkiraan lebih pendek dari biasanya, kita berharap tidak panjang-panjang karena nanti akan berdampak pada kebakaran hutan dan lahan,”imbuhnya. (*/rls)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page