
KOTABARU || Progam ketahanan pangan yang digalakkan Pemerintah Pusat membuat para petani padi diantero jagat Bumi Nusantara bisa tersenyum lega.
Seperti halnya para petani padi di Desa Bumi Asih, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan ini.
Kepada media ini, mereka merasa bangga atas kebijakan pemerintah terkait adanya program ketahanan pangan.
Pasalnya, dengan ditetapkannya harga pembelian gabah kering senilai Rp 6.500 rupiah itu, menandakan kalau Pemerintah Pusat telah menunjukkan keberpihakannya kepada kaum petani yang bercocok tanam diatas bumi ibu Indonesia.
Bahkan,dikabarkan saat ini ada sekitar 6978 Kg atau sekitar 7 ton lebih gabah kering milik petani yang di beli Pemerintah melalui Bulog Kabupaten Kotabaru.
Tentunya hal itu merupakan suatu kebanggaan yang dirasakan oleh petani lantaran dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, kususnya kaum Petani di Kotabaru.
Muhammad Ali, salah satu petani Desa Bumi Asih, mengaku bangga terhadap pemerintah dan bersyukur karena gabah padi kering miliknya di beli dengan harga Rp 6.500 perkilo.
“Terima kasih sekali kepada pemerintah telah membeli gabah padi kering panen saya dengan harga Rp 6.500, itulah yang sangat kami harapkan selama ini,” kata Ali Petani padi di Desa Bumi Asih, Sabtu 1 Maret 2025.
Ia juga berharap, program tersebut bisa terus berlanjut, sehingga petani padi benar-benar bisa menikmati dan merasakan hasil panen sesuai yang diinginkan.
“Mudah-mudahan program ini terus berlanjut dan tentu dengan adanya program ini otomatis bisa mengangkat derajat petani padi di seluruh indonesia,” tegasnya Ali.
Sementara Kepala Bulog cabang Kotabaru Aditya Dwi Hanggara, membenarkan kalau Bulog Kotabaru bersama Dinas Ketahanan Pangan dan TNI, melakukan penyerapan gabah padi kering di wilayah Kecamatan Kelumpang Selatan dengan harga beli Rp 6.500 ditingkat petani.
“Tentu harapannya dengan program ini petani bisa mendapatkan kesejahteraan yang baik dengan harga yang layak sehingga mendorong petani kedepan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas guna mendukung Asta Cita Presiden yaitu terwujudnya swasembada pangan,” kata Aditya di Kotabaru, Minggu 2 Maret 2025.
Lebih lanjut Aditya mengatakan, bahwa dirinya bersama tim Bulog telah melakukan penyisiran dititik panen yang ada di wilayah Kelumpang Selatan.
“Kami mendapatkan sekitar 7.5 ton gabah kering milik petani yang dijual, dan memang beberapa petani tidak menjual hasil panennya karena untuk disimpan serta konsumsi pribadi,” imbuhnya. (*/rls/duk/).


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar