
KOTABARU,Adahabar.com – Lampu dermaga berkedip lesu saat saya menatap Selat Makassar yang pekat, menanti kepulangan Ridwan (71) yang enam hari hilang, Sabtu 21 Maret 2026.
Dada saya berdegup kencang melihat sosok renta itu selamat. Memori masa kecil sebagai anak nelayan seketika menyeruak hebat memenuhi kepala.
Dulu, laut sering tak mengembalikan mereka yang hilang. Kini, saya bergerak cepat mengoordinasi Basarnas dan Polairud demi menjemput asa.
Bahagia rasa hati melihat sang pejuang laut kembali. Saya kawal kepulangannya hingga benar-benar sampai ke pelukan hangat keluarga tercinta.
Melihatnya beristirahat tenang adalah penutup luka lama. Seorang anak nelayan kini berhasil memastikan saudaranya tak lagi ditelan sunyinya samudera.(*/rls).


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar