
KOTABARU, Adahabar.com – Wakil Ketua I DPRD Kotabaru, Awaludin, menyampaikan pesan mendalam mengenai refleksi Ramadan 2026.
Bagi pria yang akrab disapa Pak De ini, ibadah puasa bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan sebuah “madrasah” atau sekolah untuk membentuk integritas dan kepedulian nyata terhadap sesama di Bumi Saijaan, Rabu 11 Maret 2026.
Ketua DPD PAN Kotabaru ini menekankan bahwa nilai utama Ramadan adalah kejujuran yang mutlak.
Menurutnya, jika seseorang mampu menjaga kejujuran ibadahnya di hadapan Tuhan, maka nilai yang sama harus dibawa dalam menjalankan amanah publik.
“Puasa itu ibadah yang paling jujur. Kalau kita bisa jujur pada Tuhan, maka dalam menjalankan amanah rakyat, kita juga harus jujur dan transparan,” tegas Awaludin.
Awaludin mengingatkan bahwa rasa lapar yang dirasakan selama berpuasa harus bertransformasi menjadi empati sosial. Pesan kuat yang ia sampaikan adalah agar para pemangku kebijakan tidak menutup mata terhadap warga di pelosok yang masih kesulitan akses infrastruktur dan air bersih.
“Kita merasakan lapar agar ingat warga yang aksesnya masih tersendat. Inilah alasan saya sangat vokal soal anggaran publik; itu adalah bagian dari ibadah sosial kita,” tambahnya.
Sebagai Ketua Umum KONI Kotabaru, ia juga berpesan kepada para atlet agar tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk mengendurkan semangat. Sebaliknya, Ramadan adalah momentum terbaik untuk melatih disiplin mental yang menjadi modal utama seorang juara.
Menutup pesannya, sosok yang dikenal sangat menghormati orang tua ini berharap nilai-nilai kebaikan tidak luntur setelah Ramadan usai. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat pengabdian dan mendoakan agar semua diberikan kesehatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan tahun depan.(*/rls)


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar