Sempat Terbawa Arus, Pelajar di Sungai Durian Kotabaru Ditemukan Tak Bernyawa

admin1
12 Feb 2025 11:54
Berita 0 920
2 menit membaca

KOTABARU, Adahabar.com – Nasif Naas dialamai seorang pelajar di Desa Rantau Buda, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah sungai.

Pelajar tersebut diketahui beinisiap IYP (15) tewas lantaran tenggelam dan ditemukan pada Selasa (11/2/2025) Sekitar Pukul 17.00 Wita, setelah sempat terseret arus deras air sungai dan terbawa ke pusaran air pada sungai tersebut.

Kapolres Kotabaru AKBP Doli M Tanjung melalui Kapolsek Sungai Durian IPTU Tri Wibawa, menjelaskan kronologi kejadian itu, dimana saat korban dan dua temannya Andik Fajrian dan Kesya Farida Nurliani bermain di sekitar sungai tersebut.

Sebelum kejadiam naas ini, korban dan Andik sedangnya sedang mandi, sementara itu Kesya hanya menunggu di pinggir sambil duduk di atas batu.

“Disisi lain, korban yang berenang bersama adiknya mencoba menyebrang untuk mendatangi Kesya yang berada di atas batu. Namun, sayangnya korban beserta adiknya terbawa arus menuju pusaran air”ujar IPTU Tri, Rabu (12/2/2025).

Lanjutnya, saat terbawa arus adik korban berhasil menyelamatkan diri, dedangkan korban tidak mampu melawan arus sehingg terus menerus terbawa sehingga hanyut.

“Saat kejadian, ada seorang warga berada disekitar dan mendengar ada teriakan meminta tolong, kemidian warga ini langsung mendatangi ke lokasi untuk mencoba memberikan pertolongan”ucapnya.

Namun sayang, arus sungai cukup deras, serta kedalaman pusaran cukup dalam mencapai 3-4 meter, upaya penyelamatan tidak berhasil. Saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa kemudian dibawa ke puskesmas untuk pemeriksaan.

“Dokter yang melakukan pemeriksaan, mengatakan korban meninggal akibat tenggelam. Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban”papatnya

Pasca kejadian, pihaknya melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah yang rawan seperti Sungai Manunggul.

“Kami juga akan bekerja sama dengan pihak sekolah dan pemerintah setempat untuk memberikan pemahaman tentang risiko bermain di sungai,” tandasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page