
KOTABARU, Adahabar.com || Beranjak dari rasa keprihatinan tentang fasilitas publik yang dicap sebagai tempat tongkrongan negatif, seorang pria kelahiran jawa nekat salurkan ide kreatifnya untuk menyulap kawasan jembatan ujung Rampa Berkah, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, Kalsel, menjadi angkringan kuliner yang biutiful.
Mas Yoyok, inisiator sekaligus pengelola angkringan mengungkapkan, dulu sekitar jembatan rampa kondisinya gelap gulita dan acap kali dijadikan tempat tongkrongan masyarakat untuk melakukan hal-hal negatif, seperti, mabuk-mabukan, ajang pertikaian, bahkan kabarnya untuk transaksi prostitusi.
“Awalnya tempat ini tak tersorot oleh cahaya lampu, dan justru banyak yang memanfaatkan tempat ini menjadi tempat mabuk – mabukan, kriminal lain bahkan diduga pernah digunakan untuk menjadi tempat mesum.” ucapnya,
Merasa prihatin atas hal itu, pria yang sudah menetap di Desa Rampa ini kemudian nekat merogoh kocek pribadinya untuk mengubah tempat tersebut menjadi fasilitas publik yang layak dikunjungi oleh masyarakat dengan tampilan gemerlap cahaya megah dari ornamen sorot lampu.
“Sekarang tempat ini di beri nama ARMADA, artinya Angkringan Rampa Dalam. Sajian kuliner disini bervariatif, harganya juga terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Soal rasa saya jamin tak akan mengecewakan.” pungkas Yoyok kepada media ini sembari menyeruput kopi jahe.
Tak hanya itu, usut punya usut ide cemerlang Yoyok itu ternyata juga disuport oleh Babinkamtibmas Desa Rampa yang akrab disapa Om Babin Dedi.
“Awalnya hanya iseng – iseng saja, namun jika tidak segera dimulai maka akan tertunda lagi,” kata Pa Babin Desa Rampa saat mengawali diskusi sebelum terlaksananya angkringan itu.
Namun ini lanjut Dedi ,memang menjadi niat dan tujuan kami untuk mengurangi tindakan kriminal yang sering terjadi di Desa Rampa terkhusus di sepanjang jembatan Rampa Berkah.
“Dengan jumlah penduduk Desa Rampa yang menjadi jantung Pusatnya Kabupaten Kotabaru, tentu kami tidak bisa sendiri dan salah satu caranya adalah saya rangkul tokoh pemuda untuk ikut andil dalam menjaga keamanan dan kenyamanan desanya,” jelasnya,
Selain itu, dirinya juga ingin menjadikan angkringan tersebut menjadi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bagi warganya untuk mengembangkan usaha.
“Pokoknya banyak dampak positifnya bagi warga, selain mengurangi tindakan kriminal tentu juga berdampak pada pertumbuhan perekonomian wara Desa Rampa Lama,” tegas Om Dedi sebutan pa Babin Desa Rampa Lama.
Menurutnya, ini sebuah inovasi kami dalam rangka menumbuhkan perekonomian warga binaan kami serta menjaga kamtibmas di desa binaan kami.
“Karena terus terang saja selama ini wisata rampa berkah ini gelap dan potensi kriminalnya tentu tinggi, nah dengan adanya angkringan ini warga kami senang dan merasa aman serta bisa menikmati menu sambil santai serta menikmati alunan music yang disajikan disana,” tuturnya,
Sementara itu, Amat, salah seorang pengunjung mengaku sangat terkejut ketika ada tempat tongkrongan dengan metode angkringan disekitar jembatan Rampa. Pasalnya, ketika melihat sebelumnya. Tempat itu sangat gelap dan kotor serta terkenal akan hal negatifnya.
“Wah tentu ini sangat bagus sekali, luar biasa pa Babin dan warga binaannya, tidak hanya menyajikan menu makanan, ternyata juga ada iringan music untuk menghibur para pengunjung area, pokoknya tak kalah dengan angkringan lainnya” kata Amat mengapresiasi inovasi pa Babin dan warga binaannya itu. (*/rls/duk/red).


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar