Lapas Kotabaru Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Program Ketahanan Pangan

admin1
16 Feb 2025 06:53
Berita 0 281
2 menit membaca

KOTABARU, Adahabar.com- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru sukses menjalankan program ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan warga binaan.

Dengan memanfaatkan lahan terbatas, lapas ini mengembangkan sektor pertanian dan perikanan guna menciptakan kemandirian serta meningkatkan keterampilan warga binaan, Minggu 16 Februari 2025.

Dalam satu bulan terakhir, program ini mencatat hasil panen yang signifikan, termasuk 100 kg kangkung, 15 kg kacang panjang, 20 kg terong, serta 100 tanaman hidroponik seperti selada dan pakcoy.

Di sektor perikanan, panen ikan lele mencapai 50 kg. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan dalam menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan.

Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan bahwa program ini bertujuan lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan internal lapas.

“Kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Ini adalah bagian dari pembinaan agar mereka lebih siap menjalani kehidupan yang lebih produktif,” ujarnya.

Untuk memperkuat sektor perikanan, Lapas Kotabaru juga menerima bantuan 20.000 bibit ikan lele dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin.

“Program ini didukung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang memberikan pendampingan terkait teknik budidaya, pemanfaatan pupuk, hingga pengendalian hama yang ramah lingkungan,”jelasnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Mulyadi, mengapresiasi inisiatif ini dan berharap program serupa dapat diterapkan di berbagai lapas lain di wilayah tersebut.

“Pembinaan berbasis ketahanan pangan ini tidak hanya memberi manfaat bagi warga binaan, tetapi juga berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Kami akan terus mendorong inovasi serupa di lapas-lapas lain,” kata Mulyadi.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Lapas Kotabaru membuktikan bahwa program pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi bagi warga binaan agar siap beradaptasi setelah bebas.(*/rls).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page